Menjadi Manusia Bertakwa
Panduan Berdasarkan Alquran dan Hadis
Karya Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.
Bertakwa itu merupakan proses menjadi (becoming). Manusia tidak bisa, bahkan, dilarang mengatakan dirinya sebagai seorang yang (paling) suci dan bertakwa. Yang paling tahu dan berhak menilai ketakwaan seseorang hanyalah Allah Swt., Tuhan Yang Maha Mengetahui.
Bertakwa itu multidimensi, tidak terbatas hanya pada masalah ibadah mahdlah atau ritual keagamaan. Bertakwa itu meliputi dimensi akidah (beriman kepada Allah Swt., malaikat, rasul, kitab, dan hari akhir), ibadah (shalat, zakat, puasa, dan haji), dan akhlak seperti menepati janji, sabar, tolong menolong, dan sebagainya.
Bertakwa itu bertingkat (graded), masing-masing manusia berbeda-beda tingkat dan kualitasnya. Perbedaan itu ditentukan oleh pemenuhan atau pelaksanaan perbuatan dan sifat-sifat yang merupakan ciri dan membentuk manusia yang bertakwa. Karena itu, manusia tetap diwajibkan berpuasa dan ibadah yang lainnya agar derajat dan kualitas ketakwaannya meningkat.
Dengan pendekatan maudhui (tematik) dan tafsir bil ma’tsur, buku ini merujuk pada ayat-ayat Alquran dan Hadis. Dengan pilihan menggunakan gaya bahasa “lisan,” buku ini cocok sebagai referensi bagi para dai dalam ceramah pengajian singkat (kultum), khutbah Jumat, dan juga bagi pembaca yang ingin memperdalam pemahaman tentang takwa. Singkatnya, buku ini dapat menjadi bacaan yang multiguna, multifungsi, multimaksud (multi purposes), dan multilevel pembaca.
==============================
Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. adalah guru besar Bidang Pendidikan Agama Islam di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Saat ini menjadi dosen di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta sejak tahun 2014. Sebelumnya Mu’ti mengajar di Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang (1993-2014).
Saat ini, Mu’ti menjabat sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2022-2027. Ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Indonesian Conference on Religion and Peace Periode 2023-2028. Tidak hanya itu, Abdul Mu’ti yang merupakan sosok cendikiawan islam Indonesia ini pernah menjadi Penasehat Islam Indonesia-Inggris pada tahun 2007-2009 dan juga Executive Committee Asian Conference of Religion and Peace (ACRP) pada tahun 2010-2015.
Tulisan dan karya Mu’ti dipresentasikan dalam berbagai forum ilmiah di dalam dan di luar negeri, serta media nasional antara lain Kompas, Republika, Sindo, Suara Merdeka, Media Indonesia, The Jakarta Post, dan sebagainya. Di antara buku yang ditulis adalah “Guyon Maton: Lucu Bermutu Ala Muhammadiyin” yang berisikan 54 cerita-cerita lucu yang pernah disampaikan oleh Abdul Mu’ti di berbagai kesempatan ceramah ilmiah, pengajian dan media sosial seperti instagram, twitter, dan facebook. Mu’ti dapat dihubungi via email: masmukti47@gmail.com





Ulasan
Belum ada ulasan.